Entri yang Diunggulkan

GENERASI PENDOBRAK JILID III

 Harian Rakyat Merdeka terbitan 20 April  2010,memuat artikel dengan judul “Bodoh Permanen” yang ditulis oleh Arif Gunawan. Tulisan tersebut...

Tampilkan postingan dengan label lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lampung. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2026

Mutu Bangsa Ada di Jalan Raya

 

Ratusan Babi Dari Truk yang Terguling di Way Kanan, Lampung.(Sumber: Kompas.com) 

       Pada tanggal 23 Juni 2026, TVRI mengabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto di Sampang – Madura meresmikan pembangunan jalan raya sepanjang 1.151 kilometer. Jalan raya itu merupakan infrastruktur yang dibangun di  37 provinsi seluruh Indonesia. Presiden dalam peresmian tersebut menyatakan bahwa infrastruktur jalan raya mempunyai peran strategis sebagai pondasi ketahanan pangan dan energi. Diterbitkannya Inpres Pembangunan Jalan Raya dimaksudkan untuk menciptakan koneksivitas infrastruktur di seluruh pelosok tanah air.

       Secara kebetulan, dari tanggal 11 Juni 2026 sampai dengan 19 Juli 2026 digelar perhelatan sepakbola FIFA World Cup 2026 di 16 Stadion ikonik di Amerika Serikat, Canada dan Mexico. Sebanyak 48 negara dari lima benua berlaga di tiga negara tuan rumah tersebut. Dari tayangan TV, yang patut dijadikan pembanding dan pelajaran di samping penampilan para kesebelasan itu adalah penampakan jalan raya di tiga negara tersebut. Jalan raya tampak bersih, bertrotoar dengan rapi sehingga dapat dibayangkan bahwa di negeri itu, air tidak tergenang sewaktu hujan dan tidak berdebu sewaktu musim kering atau kemarau karena sistem atau keberadaan trotoar yang baik dan tertata atas dasar ilmu, keahlian, profesionalisme, kejujuran dan penuh tanggungjawab ketika membangun.

       Lalu, bagaimana dengan keadaan jalan raya di Indonesia? Metro TV dalam beberapa hari ini menayangkan iklan mengenai pentingnya pendidikan. Gambar yang ditampilkan berupa sebuah Sekolah Dasar yang sedang melaksanakan kegiatan siswa ketika jalan kaki berangkat ke sekolah dan sewaktu belajar di kelas. Tetapi lucunya, jalan raya menuju ke sekolah masih berupa jalan tidak beraspal, masih berupa tanah merah berwarna coklat. Sementara itu, Sinpo.id pada tanggal 21 Juni 2026 menulis berita menarik. Di jalan poros kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan – Lampung terdapat kubangan air cukup dalam karena jalan yang rusak parah. Menurut keterangan masyarakat setempat, jalan raya itu sudah rusak berat lebih dari 10 tahun yang lalu tetapi tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Kemudian ada berita lain yang cukup memalukan tetapi mengandung kelucuan. Pada tanggal 17 Juni 2026 yang lalu, sebuah truk pengangkut hewan babi terguling ketika melintasi kubangan dan semua babi lepas. Tetapi untungnya ada kubangan air tersebut sehingga para babi itu tidak sampai lari jauh, semua menikmati kubangan air itu. Berita lain lagi, TVOne pada tanggal 23 Juni 2026 menayangkan peristiwa di Kutai Timur Kalimantan. Ada dua motor saling bertabrakan, terbakar dan dua orang tewas. Diduga mereka bermaksud menghindari jalan rusak berlubang dan terjadilah tabrakan maut.

       Itu hanya beberapa contoh nyata yang tersiar oleh media massa yang pasti dibaca dan ditonton oleh banyak orang. Bahwa mutu jalan raya berasosiasi dan mencerminkan mutu suatu bangsa. Jalanan macet dan banyak terjadi pelanggaran di mana-mana, itu juga mencerminkan mutu manusianya, tertib, taat aturan atau urakan. Yang kemudian berantai bagaimana mutunya ketika membangun membuat jalan. Jalan raya dibangun tanpa dibuat saluran air alias got dan tidak mempunyai trotoar adalah perbuatan asal membangun tetapi tidak berkualitas. Mutu jalan mudah rusak karena ada kemungkinan aspalnya tidak sesuai spesifikasi atau dioplos dengan minyak bakar atau pelumas bekas. Kalau dari bahan cor beton, kemungkinan komposisi campuran pasir, batu dan semen tidak memadai karena kurangnya pengawasan atau bahkan mungkin karena dikorupsi. Apa pun kondisi sebuah jalan atau jalan raya adalah merupakan cerminan wajah bangsa itu. Oleh karena itu, langkah audit dan pengawasan pembangunan jalan harus dimulai dari sejak perencanaan, mobilisasi bahan dan peralatan, pengawasan selama pengerjaan proyek sampai hasil akhir harus dalam pemeriksaan, pengamatan dan pengawasan yang teliti, cermat, terus menerus dan bertanggungjawab, sehingga bukan asal jadi dan bukan asal membangun tanpa kualitas. Apalagi kalau proses pembangunannya didasari pada pola pikir dan pola tindak hanya mau menghabiskan anggaran dan dikerjakan dengan buru-buru karena kejar tayang.*****Bekasi, Juni 2026